Apa Itu Open Account dalam Pengurusan Dokumen Kargo Ekspor-Impor?

Pelajari apa itu open account—metode pembayaran di mana barang dikirim sebelum pembayaran dilakukan—bagaimana alur dokumennya, perbedaan dengan Letter of Credit, risiko yang harus diwaspadai eksportir, cara mitigasi (credit insurance, factoring, bank guarantee), serta contoh klausul kontrak dan checklist operasional.

Digital Marketing

2/6/20268 min read

architectural photography of cargo containers stack
architectural photography of cargo containers stack

Pendahuluan — singkat, jelas, kenapa topik ini penting

Dalam perdagangan internasional ada banyak cara membayar: tunai di muka, koleksi dokumen, letter of credit, hingga open account. Dari sudut pandang pembeli (importir), open account sering menjadi opsi paling menarik karena memberi kelonggaran arus kas: pembeli menerima barang dulu, baru membayar setelah jangka waktu tertentu (mis. 30, 60, 90 hari). Namun bagi penjual (eksportir), open account adalah bentuk finansial kredit yang penuh risiko—barang sudah dikirim sementara uang belum diterima.

Artikel ini membahas open account secara komprehensif: definisi, mekanika dokumen dan prosedur, perbandingan dengan metode pembayaran lain, risiko utama bagi eksportir dan cara-cara praktis untuk mengelolanya, contoh klausul kontrak, checklist operasional, sampai studi kasus singkat dalam Pengurusan Dokumen Kargo.

Bab 1 — Definisi Open Account (dengan bahasa ringkas dan praktis)

Open account adalah metode pembayaran dalam perdagangan internasional di mana eksportir mengirimkan barang dan dokumen terkait kepada importir tanpa meminta pembayaran sekaligus, dan importir berkomitmen untuk membayar pada tanggal jatuh tempo tertentu setelah pengapalan atau penerimaan barang. Jangka waktu pembayaran biasanya dinyatakan sebagai “Net 30”, “Net 60”, atau “Net 90”—menunjukkan jumlah hari sejak tanggal invoice sampai pembayaran.

Intinya:

  • Barang dikirim dulu → risiko kredit ditanggung eksportir.

  • Pembeli mendapat fleksibilitas modal kerja → daya tarik besar bagi importir.

  • Sering dipakai antara mitra dagang yang sudah memiliki kepercayaan, atau ketika eksportir ingin menggenjot volume penjualan.

Bab 2 — Bagaimana mekanisme open account berlangsung (alur langkah demi langkah)

Berikut alur umum transaksi open account, fokus pada aspek dokumen dan tahapan administrasi:

  1. Negosiasi lain-lain & penandatanganan kontrak / PO

    • Buyer & seller menyepakati harga, incoterm, jumlah, kualitas, dan syarat pembayaran: open account, Net X days.

    • Catat juga klausul late payment, interest, dan dokumentasi yang dibutuhkan.

  2. Eksportir produksi & packing

    • Produksi, quality control, packing list, packing declaration, sertifikasi teknis bila diperlukan.

  3. Booking & pengapalan

    • Eksportir (atau forwarder) mem-booking ruang kapal/flight dan mengatur pengiriman. Dokumen pengapalan (BL atau AWB) muncul setelah muat.

  4. Pengiriman dokumen & barang

    • Eksportir menyerahkan barang dan dokumen (commercial invoice, packing list, bill of lading, CO, sertifikat lain) ke importir/forwarder sesuai incoterm. Dalam praktik open account sering menggunakan digital copy dokumen lebih dulu; dokumen asli bisa diserahkan ketika dibutuhkan.

  5. Pencatatan piutang (accounts receivable)

    • Eksportir mencatat transaksi sebagai piutang dagang; tanggal invoice = tanggal mula tenor.

  6. Follow-up & monitoring

    • Eksportir memantau pembayaran: aging report, notifikasi 14 hari sebelum jatuh tempo, panggilan follow-up pada H+1 jika terlambat.

  7. Pembayaran

    • Buyer membayar sesuai tempo; eksportir mengkonfirmasi penerimaan, menutup invoice. Jika terlambat, denda/interest sesuai perjanjian.

Setiap langkah ini memerlukan kontrol dokumenter dan pengamanan (mis. surat perjanjian, dokumentasi pengiriman, bukti konfirmasi penerimaan barang) agar, jika terjadi sengketa, eksportir punya bukti kuat.

Bab 3 — Dokumen apa yang biasanya digunakan pada Open Account?

Open account tetap memakai dokumen pengapalan dan komersial standar, tapi tata alur dokumen berbeda dari mekanisme “dokumen kontra bank” seperti letter of credit:

  • Commercial Invoice — faktur komersial yang mencantumkan syarat pembayaran (Net 30/60 dsb.). Invoice menjadi dasar piutang.

  • Packing List — rincian isi kiriman.

  • Bill of Lading (BL) atau Air Waybill (AWB) — bukti pengangkutan. Pada open account, BL mungkin dikirimkan langsung ke buyer/agen penerima.

  • Certificate of Origin (CO), Certificate of Analysis (CoA), MSDS, Sertifikat lainnya — bila diperlukan oleh buyer atau regulator.

  • Delivery Order / Proof of Delivery (POD) — bukti penerimaan barang oleh buyer/agen. Penting untuk klaim jika buyer menolak barang.

  • Contract / Purchase Order (PO) — memuat syarat open account, penalti keterlambatan, mekanisme penyelesaian sengketa.

  • Insurance Policy / Certificate — rekomendasi bagi eksportir untuk menutup risiko kerusakan/hilang selama pengiriman.

Catatan: pada transaksi open account eksportir tidak dapat menahan dokumen di bank (seperti pada documentary collection). Oleh karena itu, posisi nego dan bukti harus kuat.

Bab 4 — Open Account vs Metode Pembayaran Lain — perbandingan praktis

Menentukan apakah akan menerima open account memerlukan pemahaman perbedaan dengan metode pembayaran lain.

Open Account

  • Kelebihan (untuk buyer): arus kas fleksibel, pembelian lebih mudah.

  • Kelebihan (untuk seller): meningkatkan volume penjualan, mempermudah penetrasi pasar.

  • Kekurangan (untuk seller): risiko kredit penuh; kemungkinan delay atau gagal bayar.

  • Dokumen: standar komersial—seller menanggung risiko finansial.

Letter of Credit (L/C)

  • Kelebihan (seller): bank buyer memberikan jaminan pembayaran bila dokumen memenuhi syarat → risiko kredit diminimalkan.

  • Kekurangan: biaya bank, prosedur dokumen ketat, berpotensi menimbulkan discrepancy.

  • Penggunaan: transaksi baru atau pasar berisiko tinggi.

Documentary Collection (D/P dan D/A)

  • D/P (Documents against Payment): buyer hanya menerima dokumen setelah membayar. Memperoleh sedikit jaminan.

  • D/A (Documents against Acceptance): buyer menerima dokumen dan menandatangani bill of exchange; seller menanggung risiko kegagalan bayar.

  • Biaya: lebih murah dari L/C, tapi lebih berisiko dibanding L/C.

Cash in Advance

  • Kelebihan (seller): tanpa risiko kredit.

  • Kekurangan (buyer): beban arus kas besar, kurang kompetitif.

  • Biasanya digunakan untuk: produk custom/high risk, pelanggan baru, atau order sample.

Intinya: open account adalah opsi paling menguntungkan buyer namun paling berisiko bagi seller; pilih sesuai profil risiko hubungan dagang.

Bab 5 — Siapa yang biasanya menggunakan open account?

Open account umum digunakan dalam situasi berikut:

  • Hubungan jangka panjang & kepercayaan tinggi antara buyer dan seller (mis. antara prinsipal & distributor).

  • Industri dengan persaingan harga ketat di mana seller memberi syarat fleksibel untuk memenangkan pasar.

  • Buyer besar (retailer / chain) dengan kredibilitas tinggi sehingga seller merasa aman menerima piutang.

  • Koneksi grup perusahaan (perdagangan antar perusahaan afiliasi).

  • Pasar domestik tertentu di mana praktik ini standar untuk menjaga perputaran inventori.

Eksportir baru ke pasar atau terhadap buyer baru sebaiknya berhati-hati menerima open account tanpa proteksi tambahan.

Bab 6 — Risiko utama bagi eksportir & cara mitigasi praktis

Menerima open account berarti eksportir mengambil sejumlah risiko. Berikut risiko utama dan strategi mitigasinya yang bisa diterapkan:

Risiko 1 — Kredit / non-payment (risiko utama)

Mitigasi:

  • Credit check: lakukan pemeriksaan kredit buyer (berbayar melalui biro kredit internasional atau menggunakan data perdagangan).

  • Credit limit & payment terms: tetapkan limit kredit, tenor pendek (Net 30 bukan Net 120), dan persyaratan bertingkat untuk pengiriman bertahap.

  • Credit insurance: asuransikan piutang melalui lembaga asuransi kredit ekspor (komersial atau nasional). Banyak eksportir menggunakan polis dari private insurers atau ECA (Export Credit Agency) untuk menutup risiko politik & komersial.

  • Factoring / Invoice discounting: jual piutang kepada faktor untuk mendapatkan kas langsung (dengan diskon).

  • Forfaiting: untuk transaksi besar jangka panjang, jual piutang tanpa recourse ke bank atau lembaga keuangan.

  • Bank guarantee / Standby L/C (SBLC): minta SBLC dari buyer sebagai backup jika buyer gagal membayar.

Risiko 2 — Penipuan / bogus buyer

Mitigasi:

  • Due diligence: verifikasi legalitas, NPWP/NIB, referensi bank, dan transaksi historis.

  • Sample & trial order: untuk buyer baru, mulai dengan order kecil sebelum memberi fasilitas kredit besar.

Risiko 3 — Political risk (negara buyer terganggu)

Mitigasi:

  • ECA cover: lindungi dengan asuransi negara jika buyer ada di negara berisiko tinggi.

  • Diversifikasi pasar: jangan terlalu bergantung pada satu negara.

Risiko 4 — Dispute barang (quality, claim) menyebabkan withheld payment

Mitigasi:

  • Dokumentasi kualitas: sertifikat quality, CoA, foto, laporan inspeksi pihak ketiga sebelum pengapalan.

  • Penerapan Incoterm tepat: mis. CIF vs FOB menentukan tanggung jawab selama transit.

  • Contract clause untuk quality & claims: clear dispute resolution, inspection window, dan time-limited claims.

Risiko 5 — Cashflow pressure internal

Mitigasi:

  • Working capital planning: kalkulasi AR days dan tarik invoice financing.

  • Stagger shipments: minta downpayment sebagian bila perlu.

  • Negosiasi harga untuk mengkompensasi biaya modal: small premium untuk terms open account.

Dengan campuran proteksi finansial, due diligence, dan manajemen kontrak yang baik, eksportir dapat meminimalkan eksposur.

Bab 7 — Instrumen pembiayaan & proteksi yang relevan untuk open account

Jika perusahaan ingin menawarkan open account tetapi tidak ingin menanggung risiko penuh, beberapa instrumen tersedia:

  1. Credit Insurance (Asuransi Piutang)

    • Menutup risiko non-payment karena kegagalan komersial atau risiko politik. Polis bisa komprehensif atau terbatas.

  2. Factoring / Invoice Discounting

    • Menjual piutang ke perusahaan factoring untuk memperoleh likuiditas cepat—biaya berupa diskon fee.

  3. Forfaiting

    • Menjual piutang jangka menengah/long-term tanpa recourse ke bank/forfaiter.

  4. Bank Guarantee / SBLC

    • Buyer/Bank jadi penjamin; jika buyer tidak membayar, penerbit guarantee (bank) akan membayar.

  5. Documentary Collection (kombinasi)

    • Dalam beberapa kasus, seller ingin open account tapi menambahkan partial documentary collection untuk sebagian nilai.

  6. Supply Chain Finance (Reverse Factoring)

    • Buyer besar bekerja sama dengan bank untuk membiayai pembayaran sebelum jatuh tempo; eksportir menerima pembayaran cepat melalui program buyer-led financing.

Memilih instrumen bergantung biaya, ukuran transaksi, hubungan merk/kepercayaan, dan struktur internal.

Bab 8 — Contoh perhitungan: dampak open account pada cashflow eksportir

Misalkan: Eksportir menjual barang senilai USD 100.000 dengan margin kotor 15% (USD 15.000). Pembiayaan internal biaya modal = 8% per tahun. Buyer meminta Net 60.

  • Piutang selama 60 hari berarti modal kerja tambahan: USD 100.000 selama 60 hari → biaya modal terikat = 100.000 × 8% × (60/365) ≈ USD 1.315.

  • Jika eksportir mengambil factoring dengan fee 2% untuk percepatan kas: biaya = 2% × 100.000 = USD 2.000.

  • Bandingkan: tetap menanggung piutang → opportunity cost ≈ USD 1.315; factoring → biaya 2.000 + teardown admin → lebih mahal tapi menurunkan risiko. Pilihan tergantung profil risiko.

Ini menunjukkan mengapa banyak eksportir mengenakan sedikit premi harga atau meminta partial advance untuk mengompensasi biaya modal.

Bab 9 — Klausul kontrak dan contoh redaksi untuk syarat Open Account

Saat menulis kontrak/surat pesanan, tambahkan klausul yang jelas agar hak dan kewajiban terdefinisi. Contoh klausul:

Contoh 1 — Syarat Pembayaran (Open Account)

Payment Terms: Buyer shall pay Supplier’s Commercial Invoice in full within thirty (30) calendar days from the date of invoice (Net 30). All payments shall be made in USD by wire transfer to Supplier’s designated bank account. In the event Buyer fails to pay any amount when due, Buyer shall pay interest on the overdue amount at the rate of 2% per month (or the maximum rate permitted by applicable law, whichever is lower), calculated from the due date until payment in full. Supplier reserves the right to suspend further deliveries if any amount due remains unpaid for more than fifteen (15) calendar days after the due date.

Contoh 2 — Jaminan & Proteksi

Security: For open account transactions exceeding USD 50,000 per shipment, Buyer shall provide Supplier with either (a) an Irrevocable Standby Letter of Credit (SBLC) issued by a bank acceptable to Supplier for the full invoice amount, or (b) notify Supplier within 5 days to arrange export credit insurance at Buyer’s expense. The SBLC must be valid until payment is fully settled.

Contoh 3 — Claim & Inspection

Inspection and Claims: Buyer shall inspect goods within seven (7) calendar days of receipt. Any claim for shortages, defects, or non-conformity must be notified in writing with supporting evidence within fourteen (14) calendar days of receipt. Failure to give timely notice shall constitute acceptance of the goods.

Pastikan klausul ini disetujui oleh tim legal agar enforceable di yurisdiksi terkait.

Bab 10 — Checklist operasional untuk eksportir sebelum setuju Open Account

Gunakan checklist ini untuk keputusan cepat:

  • Lakukan credit check pada buyer (komersial & bank reference).

  • Tetapkan credit limit dan tenor (Net 30/60 recommended).

  • Putuskan proteksi: asuransi kredit / factoring / SBLC / partial advance.

  • Pastikan kontrak/PO memuat klausul pembayaran, interest, dan hak suspend.

  • Siapkan dokumentasi bukti pengiriman & quality (foto, LHP, CoA).

  • Atur proses monitoring AR & aging (report weekly).

  • Tetapkan escalation path: reminder 7 hari sebelum due, panggilan saat due, notice 15 hari after due.

  • Siapkan opsi recovery (collection agency, legal) jika terjadi default.

Checklist ini membantu meminimalkan eksposur saat menawarkan open account.

Bab 11 — Studi kasus singkat (belajar dari praktik)

Kasus A — Eksportir kecil menawarkan Net 90 tanpa proteksi
Eksportir menerima pesanan besar dari buyer baru di negara berbeda. Untuk memenangkan order, eksportir setuju Net 90. Buyer mengalami kesulitan valuta dan gagal membayar; eksportir harus menanggung piutang dan mengalami cashflow stress, bahkan menunda pembayaran supplier sendiri. Pelajaran: jangan berikan tenor panjang tanpa proteksi atau limit.

Kasus B — Retailer besar & supply chain finance
Eksportir bekerja sama dengan buyer besar (global retailer) yang menawarkan reverse factoring: bank buyer membayar eksportir lebih cepat, buyer membayar bank pada tenor yang disepakati. Eksportir menerima kas cepat, buyer tetap memiliki tenor panjang—win-win. Pelajaran: gunakan program pembiayaan rantai pasok jika buyer besar menawarkan.

Bab 12 — FAQ singkat

Q: Kapan sebaiknya menerima open account?
A: Saat ada rekam jejak transaksi, buyer kredibel, proteksi finansial telah dipasang (credit insurance, SBLC, atau factoring), dan Anda memiliki kapasitas modal kerja untuk menanggung piutang selama tenor.

Q: Berapa tenor yang aman?
A: Net 30–60 hari umum. Tenor lebih panjang (90–120) meningkatkan biaya modal dan risiko; pertimbangkan proteksi tambahan.

Q: Apa bedanya open account dan consigment sale?
A: Pada consignment, kepemilikan barang tetap pada consignor sampai barang terjual; pada open account, ownership biasanya berpindah sesuai incoterm (mis. FOB → buyer diberi tanggung jawab), namun pembayaran tertunda.

Penutup — ringkasan praktis & langkah tindakan cepat

Open account adalah alat komersial kuat: menggenjot penjualan dan memudahkan buyer, tetapi juga mentransfer risiko kredit ke eksportir. Keputusan menawarkan open account harus berdasarkan penilaian kredit yang matang, proteksi finansial yang tepat, dan kontrak yang jelas.

Siap mengurus dokumen kargo Anda? serahkan melalui Damar Hasta Raya untuk solusi dokumen logistik yang andal dan aman!
👉 Hubungi 📱 +62 812-8058-8150 (WhatsApp/Telepon) untuk informasi lebih lanjut dan solusi pengiriman terbaik!