Cara Membaca Dokumen Bill of Lading untuk Pemula dalam Pengurusan Dokumen Kargo

Pelajari cara membaca dan memahami Bill of Lading (B/L) dari awal sampai akhir: jenis-jenis, bagian penting, bagaimana memeriksa keaslian, langkah pengambilan barang, risiko umum, serta checklist praktis untuk importir, eksportir, dan staf logistik pemula.

Digital Marketing

12/26/20258 min read

two men sitting at a table with papers and a pen
two men sitting at a table with papers and a pen

Pendahuluan — mengapa Bill of Lading (B/L) wajib dipahami

Bill of Lading (disingkat B/L) adalah dokumen kunci dalam pengiriman barang laut. Untuk pemula, B/L sering terlihat seperti lembaran formal dengan banyak kode dan istilah teknis — padahal di balik setiap baris ada fungsi penting: bukti kontrak pengangkutan, tanda terima barang oleh carrier, dan di beberapa kasus dokumen kepemilikan (negotiable). Salah baca sedikit saja dapat menyebabkan barang tertahan di pelabuhan, biaya tambahan, atau masalah klaim asuransi.

Panduan ini menjelaskan langkah demi langkah bagaimana membaca B/L, apa arti setiap bagian, bagaimana memverifikasi kebenaran dokumen, dan apa yang harus dilakukan bila menemukan ketidaksesuaian. Ditulis untuk staf logistik, manajer gudang, importir/eksportir pemula, dan siapa pun yang ingin menguasai dasar-dasar dokumen dalam Pengurusan Dokumen Kargo.

1. Definisi singkat dan fungsi utama Bill of Lading

Bill of Lading adalah dokumen yang diterbitkan oleh pengangkut (carrier) atau agen yang mewakili pengangkut sebagai:

  1. Bukti penerimaan barang — menyatakan bahwa carrier telah menerima kargo sebagaimana tertera.

  2. Kontrak pengangkutan — memuat syarat-syarat pengangkutan antara shipper (pengirim) dan carrier.

  3. Dokumen kepemilikan (untuk certain types) — B/L original yang berstatus negotiable dapat diperdagangkan atau dipindahtangankan; pemegang B/L original berhak atas pengambilan barang.

Karena tiga fungsi ini, B/L sering disebut dokumen dengan “triple role” — tanpa B/L yang benar, barang tidak bisa diambil oleh penerima.

2. Jenis-jenis Bill of Lading yang umum ditemui

Sebelum membaca isi, penting tahu jenis B/L karena jenis menentukan hak dan prosedur pengambilan:

  • Original Bill of Lading (Set of Originals)
    Biasanya ada 3 (tiga) original yang identik; pemegang salah satu original dapat menuntut pengeluaran barang jika carrier telah menerima perintah pengeluaran. Original bersifat negotiable jika tercantum “to order” atau “to order of shipper”.

  • Sea Waybill
    Non-negotiable; lebih mirip bukti pengangkutan yang memudahkan pengambilan barang tanpa menyerahkan original B/L. Dipakai bila pihak-pihak percaya antar satu sama lain.

  • House Bill of Lading (HBL)
    Diterbitkan oleh NVOCC/forwarder untuk konsolidasi LCL; tidak selalu sama dengan Master B/L yang diterbitkan oleh carrier.

  • Master Bill of Lading (MBL)
    Diterbitkan oleh carrier utama; HBL dan MBL keduanya penting untuk tracking dan clearance.

  • Straight B/L
    Tidak dapat dinegosiasikan; nama consignee tercantum konkret dan hanya orang tersebut yang bisa mengambil.

  • Negotiable (Order) B/L
    Bisa dilengkapi endorsment (pengesahan pemindahan hak) dan dipindahtangankan; lazim dipakai pada transaksi dengan Letter of Credit.

3. Tampilan umum B/L — di mana mulai membaca

B/L biasanya terdiri dari beberapa bagian utama. Bacalah dengan urutan ini untuk pemahaman cepat:

  1. Header — nama carrier, logo, nomor B/L, tanggal penerbitan, tipe B/L.

  2. Shipper (pengirim) — nama & alamat pihak yang kirim barang.

  3. Consignee (penerima) — pihak yang tercantum sebagai penerima.

  4. Notify Party — pihak yang harus diberitahu saat kedatangan; bisa berbeda dari consignee.

  5. Vessel / Voyage — nama kapal dan nomor voyage.

  6. Port of Loading (POL) & Port of Discharge (POD) — pelabuhan muat dan bongkar.

  7. Place of Receipt & Place of Delivery — lokasi pick-up dan serah terima akhir.

  8. Description of Goods — deskripsi barang, jumlah kolli, marks & numbers, HS code kadang ditulis.

  9. Gross Weight & Measurement — berat kotor dan ukuran (CBM).

  10. Container & Seal Numbers — jika FCL, nomornya tercantum.

  11. Freight Details & Charges — freight prepaid/collect, jumlah biaya, siapa yang membayar.

  12. On Board notation / Shipped on Board — menandakan barang sudah dimuat.

  13. Signature & Stamp — tanda tangan carrier/agent.

Mulai baca dari header ke bawah, perhatikan kolom-kolom angka dan deskripsi barang.

4. Membaca setiap elemen: detail lengkap dan arti praktis

Berikut penjabaran setiap bidang dengan contoh penjelasan praktis:

A. Nomor Bill of Lading & Tanggal

  • Nomor B/L adalah identifikasi unik. Selalu cocokkan nomor ini dengan dokumen lain (invoice, packing list, booking confirmation).

  • Tanggal menunjukkan kapan B/L diterbitkan. Untuk klaim dan tanggal cut-off, ini krusial.

Praktik: saat melakukan tracking, masukkan nomor B/L ke sistem carrier untuk mendapatkan status vessel & ETA.

B. Shipper (Pengirim)

  • Nama & alamat pengirim; sering kali eksportir.

  • Untuk klaim asal atau penagihan, pastikan nama ini cocok dengan commercial invoice.

Jika nama shipper berbeda dengan penjual di invoice → periksa kontrak atau nota penjualan untuk menghindari masalah kepemilikan.

C. Consignee & Notify Party

  • Consignee adalah penerima yang disebut di B/L. Bila B/L negotiable to order, consignee bisa berupa “To Order” tanpa nama.

  • Notify Party adalah pihak yang harus diberitahukan kedatangan. Bisa bank, freight forwarder, atau broker.

Praktik: jika consignee bukan pihak yang akan mengambil barang (misalnya goods sold in transit), perhatikan apakah ada instruksi khusus.

D. Vessel, Voyage, POL & POD

  • Nama kapal dan số voyage memberi tahu rute fisik. Misal: “MV MAKWAN VOY NO. 045W”.

  • Port of Loading: pelabuhan barang dimuat.

  • Port of Discharge: pelabuhan barang diturunkan.

Tips: periksa ETA (Estimated Time of Arrival) dan pastikan jadwal trucking untuk pickup disesuaikan.

E. Place of Receipt & Place of Delivery

  • Place of Receipt: lokasi barang diterima carrier (bisa gudang shipper atau terminal).

  • Place of Delivery: lokasi akhir di negara tujuan (bisa warehouse atau alamat consignee).

Perbedaan antara port of discharge dan place of delivery penting untuk calculating inland transport dan T&C Incoterms.

F. Description of Goods (Deskripsi Barang)

  • Berisi deskripsi barang, jumlah kolli, marks & numbers, item code, dan keterangan lainnya.

  • Harus konsisten dengan commercial invoice dan packing list.

Perhatian: deskripsi yang terlalu ambigu bisa memicu pemeriksaan customs. Pastikan detail item, material, dan sifat barang ditulis jelas.

G. Gross Weight & Measurement

  • Berat bruto (kg) & ukuran (CBM) atau dimensi.

  • Digunakan untuk perhitungan tarif, storage, dan space planning.

Periksa perbedaan berat yang signifikan antara packing list dan B/L; ini sering menjadi alasan audit.

H. Container & Seal Numbers

  • Pada FCL, nomornya seperti: Container No: TGHU1234567; Seal No: 987654.

  • Seal harus utuh saat pembukaan container; cek seal number di B/L saat menerima container.

Jika seal berbeda atau rusak → catat pada Delivery Order dan foto kondisi sebagai bukti untuk klaim.

I. Freight & Charges (Prepaid / Collect)

  • Freight Prepaid (FREIGHT PREPAID) berarti biaya angkut dibayar di asal.

  • Freight Collect (FREIGHT COLLECT) berarti biaya ditagihkan di tujuan kepada consignee.

Ini mempengaruhi siapa yang harus membayar DO/THC/handling di tujuan. Konfirmasi Incoterms agar tidak salah bayar.

J. On Board Notation / Shipped On Board

  • Menunjukkan barang benar-benar sudah on board kapal. Frasa seperti “Shipped on Board on the vessel MV XXX on dd/mm/yyyy” bermakna strong evidence untuk bank dalam L/C.

Pada transaksi L/C, bank sering mensyaratkan B/L bertulisan "shipped on board".

K. Clause on Dangerous Goods, Temperature, Special Handling

  • Bila barang berbahaya, B/L memuat keterangan DG (dangerous goods) dan class. Untuk reefer, ada setting suhu dan instruksi daya listrik.

Perhatikan kebijakan terminal dan import regulations untuk DG; butuh dokumen tambahan seperti MSDS.

L. Signature & Stamp

  • B/L harus ditandatangani/di-stamp oleh carrier/agent. Tanpa tanda tangan, dokumen diragukan keabsahannya.

Untuk original B/L: pastikan signature matching dan cap resmi carrier.

5. Contoh pembacaan B/L — ilustrasi konkret (lengkap)

Di bawah ini contoh ringkas B/L fiktif dan cara membacanya. (Ini bukan dokumen nyata — hanya ilustrasi.)

Bill of Lading No: ABCD123456789
Shipper: PT. EXPORT INDONESIA, Jl. Merdeka 10, Jakarta
Consignee: PT. IMPORT UK, London, UK
Notify Party: PT. LOCAL FORWARDER, Jakarta
Vessel / Voyage: MV SEA HARMONY / VY 078
Port of Loading: Tanjung Priok, Jakarta
Port of Discharge: Port of Felixstowe, UK
Place of Receipt: Jakarta Inland Depot
Place of Delivery: Felixstowe Container Terminal
Description: 10 PACKS ELECTRIC MOTORS; 10 PCS; NET WT 5,000 KG; GROSS WT 5,200 KG; MEAS. 12.5 CBM
Container No: TGHU9876543; Seal No: 1234567
Freight: Prepaid; On Board: 12-Aug-2025
Carrier Signature: [Stamp & Signature]

Cara baca praktis:

  • Nomor dan tanggal → simpan untuk tracking.

  • Shipper & consignee → cocokkan dengan invoice.

  • POL & POD → rencanakan drayage dan customs clearance.

  • Container & Seal → akan diperiksa waktu gate-in & pickup.

  • Freight Prepaid → consignee tidak perlu bayar ocean freight, tapi mungkin membayar THC/handling.

6. Kesalahan umum pada B/L dan bagaimana mengatasinya

  1. Nama consignee salah atau typo

    • Dampak: barang bisa tertahan karena mismatch dokumen.

    • Solusi: ajukan pembetulan B/L (correction) sebelum barang tiba; jika sudah terbit original, proses koreksi bisa memakan waktu.

  2. Tidak ada on-board notation pada B/L untuk L/C

    • Dampak: bank menolak dokumen.

    • Solusi: minta carrier menambahkan on-board endorsement atau minta sea waybill yang sesuai.

  3. Perbedaan berat atau jumlah kolli

    • Dampak: masalah customs atau klaim.

    • Solusi: segera susun surat klarifikasi, lampirkan packing list dan hasil timbang sebagai bukti.

  4. Seal number berbeda saat gate-in dan saat delivery

    • Dampak: potensi klaim, investigasi.

    • Solusi: dokumentasikan kondisi container dengan foto, buat laporan ke carrier dan terminal.

  5. B/L tidak signed atau fake stamp

    • Dampak: dokumen dianggap tidak sah.

    • Solusi: verifikasi langsung ke carrier; mintalah letter of indemnity jika urgent, namun hati-hati risiko.

7. Bagaimana memverifikasi keaslian dan konsistensi B/L

Praktik verifikasi:

  • Cross-check nomor B/L di website carrier: masukkan nomor untuk melihat status booking, vessel, dan ETA.

  • Bandingkan dengan commercial invoice & packing list: pastikan deskripsi, jumlah, dan nilai tercocok.

  • Periksa tanda tangan & cap carrier: pastikan cap resmi dan tidak tampak rekayasa.

  • Cek container & seal di gate-in report: sinkronkan nomor seal dan container.

  • Konfirmasi via email/telepon ke agent/carrier bila ada keraguan — simpan bukti komunikasi.

Jika menggunakan HBL & MBL, pastikan nomor MBL sesuai dengan MBL master yang dipakai carrier. Discrepancy kerap terjadi pada konsolidasi LCL.

8. Hubungan B/L dengan proses kepabeanan dan pengambilan barang

  • B/L menjadi salah satu dokumen fundamental dalam proses customs clearance. Petugas pabean akan meminta commercial invoice, packing list, dan B/L.

  • Untuk mengambil barang, penerima biasanya harus menyerahkan original B/L (untuk negotiable B/L) atau menyerahkan identitas sesuai dengan straight B/L. Jika freight collect, carrier bisa meminta pembayaran sebelum release.

  • Banyak terminal memerlukan Delivery Order (DO) yang dikeluarkan setelah persyaratan terpenuhi (bukti pembayaran THC, dokumen kepabeanan, dan B/L).

Praktik: koordinasikan antara bank (untuk L/C), transporter (trucking), dan customs broker agar proses release berjalan mulus.

9. B/L dan Letter of Credit (L/C): hal yang wajib diperhatikan

  • Pada transaksi dengan L/C, bank sering mensyaratkan original negotiable B/L bertanda “clean” dan “on board”.

  • Perbedaan kata sekecil apa pun antara L/C dan B/L (nama penerima, tanggal, deskripsi barang) berisiko membuat bank menolak dokumen.

  • Untuk transaksi berisiko tinggi, imporir/eksportir sering menggunakan courier dan proses verifikasi sebelumnya untuk memastikan kesesuaian dokumen.

Tips: sebelum pengapalan, pastikan B/L terms sesuai ketentuan L/C; lakukan pre-shipment document check.

10. Langkah praktis saat menerima B/L pertama kali (checklist pemula)

Sebelum barang tiba, lakukan pemeriksaan ini pada B/L:

  • Nomor B/L tercatat dan dapat ditracking di website carrier.

  • Nama shipper, consignee, notify party sesuai invoice.

  • POL & POD, vessel/voyage dan tanggal on-board benar.

  • Deskripsi barang sesuai invoice & packing list.

  • Container & seal numbers tercantum dan cocok dengan booking.

  • Freight terms (prepaid/collect) jelas.

  • Ada tanda tangan & stamp carrier.

  • Untuk L/C: B/L memenuhi syarat bank (on board, clean, negotiated name).

  • Simpan satu copy digital dan satu copy fisik di tempat aman.

11. Jika terjadi masalah: langkah cepat yang harus diambil

  1. Segera hubungi carrier/agent — minta klarifikasi dan bukti perubahan bila diperlukan.

  2. Hubungi PPJK atau customs broker — mereka paham prosedur pembetulan atau dokumen tambahan.

  3. Dokumentasikan semua komunikasi — tanggal, waktu, nama kontak, isi pembicaraan.

  4. Ambil foto atau bukti fisik bila terkait kondisi container/seal/goods.

  5. Siapkan dokumen pembanding: invoice, packing list, kontrak, surat jalan lokal.

Respons cepat biasa mencegah biaya demurrage dan penahanan barang.

12. Ringkasan — langkah belajar dan tips jangka panjang

  • Mulai dengan mengenali struktur B/L: nomor, shipper, consignee, POL/POD, deskripsi barang, container & seal.

  • Selalu cocokkan B/L dengan invoice & packing list.

  • Pelajari jenis B/L yang sering perusahaan Anda gunakan: original, sea waybill, HBL/MBL.

  • Tingkatkan praktik dengan membuat SOP internal: siapa yang memeriksa, checklist pra-kedatangan, dan alur penyimpanan B/L.

  • Latih tim dengan kasus nyata dan review kesalahan sebelumnya agar tidak terulang.

FAQ singkat (pertanyaan yang sering muncul bagi pemula)

Q: Berapa banyak original B/L yang biasanya diterbitkan?
A: Sering tiga (3) originals; namun bisa berbeda tergantung carrier. Biasanya dinyatakan “3 originals, 1 non-negotiable copy”, dsb.

Q: Jika B/L hilang, apa yang harus dilakukan?
A: Ajukan klaim kepada carrier; proses menggantikan memerlukan letter of indemnity, pernyataan kehilangan, dan bisa memakan waktu serta biaya. Koordinasi dengan bank bila terkait L/C.

Q: Apakah sea waybill sama dengan original B/L?
A: Tidak. Sea waybill non-negotiable dan tidak memberikan hak kepemilikan; pengeluaran barang biasanya lebih cepat karena tidak perlu menyerahkan original B/L.

Penutup — pendekatan praktis untuk menjadi mahir membaca B/L

Menguasai Bill of Lading adalah keterampilan dasar yang langsung memengaruhi kelancaran rantai pasok Anda. Dengan membaca B/L secara metodis, mencocokkan data dengan dokumen komersial lainnya, serta menerapkan checklist operasional, pemula dapat mengurangi risiko penahanan barang, biaya tak terduga, dan sengketa dagang.

Siap mengurus dokumen kargo Anda? serahkan melalui Damar Hasta Raya untuk solusi dokumen logistik yang andal dan aman!
👉 Hubungi 📱 +62 812-8058-8150 (WhatsApp/Telepon) untuk informasi lebih lanjut dan solusi pengiriman terbaik!