Freight Prepaid dalam Pengurusan Dokumen Kargo

Pelajari secara mendalam apa itu freight prepaid, bagaimana mencatatnya di commercial invoice dan bill of lading, implikasinya terhadap bea cukai, asuransi, dan akuntansi, contoh pengisian dokumen, kesalahan umum, serta checklist dan klausul kontrak siap pakai untuk meminimalkan risiko dan mempercepat proses pengurusan kargo.

Digital Marketing

2/9/20267 min read

man in gray shirt standing beside brown cardboard boxes
man in gray shirt standing beside brown cardboard boxes

Pendahuluan

Dalam dunia pengiriman barang internasional, istilah-istilah singkat seperti freight prepaid, freight collect, CIF, atau FOB sering menjadi penentu siapa yang menanggung biaya apa dan siapa memiliki tanggung jawab pada tahap mana. Dari semua istilah tersebut, freight prepaid termasuk yang paling sering muncul pada commercial invoice, bill of lading, atau airway bill — namun sering pula disalahpahami. Salah penandaan atau pengertian yang keliru dapat menyebabkan biaya tak terduga, terlambatnya pembebasan barang, atau masalah akuntansi dan polis asuransi dalam Pengurusan Dokumen Kargo.

Bab 1 — Apa itu Freight Prepaid?

Freight Prepaid artinya ongkos angkut (freight) telah dibayar oleh pengirim (shipper/eksportir) pada saat pengiriman atau sebelum pengangkutan dilakukan. Dalam praktik, istilah ini sering dicantumkan pada dokumen pengapalan seperti Bill of Lading (B/L), Airway Bill (AWB), dan commercial invoice dengan keterangan singkat: “Freight: Prepaid”. Konsekuensinya: biaya angkut tidak perlu ditagihkan kepada penerima (consignee) di destinasi.

Bandingkan singkat:

  • Freight Prepaid = shipper membayar ongkos angkut di tempat asal.

  • Freight Collect = consignee (penerima) membayar ongkos angkut di tempat tujuan.

Penting: freight prepaid hanya menyangkut biaya angkut; ia tidak otomatis mengatur siapa menanggung risiko kehilangan/kerusakan selama transit (yang terikat dengan incoterm dan polis asuransi) — namun sering berhubungan erat karena pihak yang membayar freight mungkin juga mengatur asuransi.

Bab 2 — Mengapa istilah ini penting dalam dokumen kargo?

Keterangan tentang siapa yang membayar ongkos angkut memengaruhi beberapa hal operasional dan administratif:

  1. Pengisian Bill of Lading / AWB
    Carrier mencatat apakah freight telah dibayar atau belum. Ini memengaruhi prosedur release dokumen dan siapa yang akan ditagih oleh shipping line.

  2. Pembebasan barang & klaim
    Jika shipping line mencantumkan freight collect, tetapi invoicing menunjukkan prepaid, terjadi mismatch yang dapat menimbulkan penahanan barang sampai pembayaran diverifikasi.

  3. Akuntansi & cashflow
    Menentukan akun biaya freight di laporan keuangan: eksportir membebankan expense freight saat prepaid; kalau collect, importir yang mengakui beban.

  4. Asuransi & klaim kerusakan
    Pihak yang mengatur dan membayar freight sering juga mengatur asuransi kargo; meski tidak wajib, peran ini penting saat klaim karena bukti pembayaran freight dan polis asuransi menjadi bagian dari proses klaim.

  5. Ketepatan pengisian peraturan kepabeanan
    Nilai CIF, atau dasar kena bea/pajak kadang memasukkan komponen freight jika incoterm mengharuskan; salah pencatatan dapat memengaruhi dasar perhitungan bea.

Dengan kata lain, jelas dan konsisten menandai status freight pada dokumen menghindarkan delay, biaya tambahan, dan ketidakcocokan antara pihak yang terlibat.

Bab 3 — Freight Prepaid & Incoterms: relasi yang sering keliru

Sering ada kebingungan antara istilah freight prepaid dan incoterms. Penting memahami perbedaan:

  • Incoterms (FOB, CIF, DAP, DDP, EXW, dsb.) mengatur alih risiko, tanggung jawab terhadap pengurusan dokumen, dan siapa menanggung biaya tertentu pada titik-titik tertentu dalam proses pengiriman.

  • Freight prepaid adalah penjelasan pembayaran cost freight — siapa yang telah melunasi biaya angkut.

Contoh praktis:

  • CIF (Cost, Insurance, Freight): eksportir mengatur dan membayar freight hingga pelabuhan tujuan — biasanya tercatat sebagai freight prepaid. Namun CIF juga mengharuskan eksportir mengatur insurance.

  • FOB (Free On Board): eksportir bertanggung jawab sampai barang di atas kapal; pembeli membayar freight sejak kapal — seringkali freight collect, tetapi bisa juga diatur prepaid jika buyer dan seller sepakat.

  • DAP / DDP: seller menanggung hingga titik tujuan tertentu; freight biasanya prepaid oleh seller.

Kesimpulan: incoterm menunjukkan kapan risiko dan tanggung jawab berpindah, sementara label freight prepaid/collect menunjukkan siapa yang sudah membayar untuk angkut. Selalu cantumkan kedua informasi ini secara konsisten di invoice dan B/L.

Bab 4 — Bagaimana mencantumkan Freight Prepaid pada dokumen?

Praktik dokumentasi yang rapi menghindari miskomunikasi. Berikut pedoman pengisian dokumen utama.

4.1 Commercial Invoice

Pada commercial invoice tambahkan baris khusus untuk biaya angkut:

Freight (Ocean/Air): USD 1,200 — PREPAID (By Shipper) Insurance: USD 50 — PREPAID (By Shipper) Total CIF / DDP Value: USD X,XXX

Catatan: sebutkan metode pembayaran (bank/wire), tanggal pembayaran, dan referensi pembayaran jika freight sudah dilunasi.

4.2 Bill of Lading / AWB

Carrier akan menuliskan field “Freight and charges” atau ‘Freight payable at’:

  • Jika prepaid: Freight: PREPAID atau PP pada kolom yang sesuai.

  • Jika collect: Freight: COLLECT atau COL.

Selain itu, beberapa B/L memerlukan keterangan pihak yang membayar, misal Freight Payable By: SHIPPER.

4.3 Packing List / Delivery Order

Biasanya tidak perlu mencantumkan freight, tetapi jika digunakan untuk internal atau klaim, sertakan catatan ringkasan biaya untuk memudahkan rekonsiliasi.

4.4 Surat Penagihan / Debit Note

Jika eksportir yang membayar freight dan nantinya akan merecover biaya dari buyer, buatkan debit note dengan referensi invoice asli dan bukti pembayaran freight.

Praktik terbaik: selalu sertakan bukti pembayaran (remittance/advice) saat menandai prepaid supaya pihak carrier dan pihak bea cukai mudah memverifikasi bila diminta.

Bab 5 — Dampak Freight Prepaid pada proses kepabeanan

Aspek penting ketika barang masuk ke negara tujuan:

5.1 Nilai pabean / dasar pengenaan bea (Customs Valuation)

Aturan di banyak negara mengharuskan menghitung bea masuk berdasarkan nilai pabean yang mungkin memasukkan cost of freight apabila incoterm menempatkan freight sebagai bagian dari basis (mis. CIF). Jika freight telah dibayar pada asal dan tercatat sebagai prepaid, nilai CIF tetap harus dihitung sesuai ketentuan untuk keperluan bea dan PPN impor.

Praktik: pastikan commercial invoice memisahkan nilai barang dan nilai freight; jika incoterm menuntut liabilitas freight termasuk dalam dasar perhitungan, cantumkan secara jelas agar otoritas bea cukai dapat menghitung tarif yang benar.

5.2 Dokumen untuk clearance

Bea cukai mungkin meminta konfirmasi bahwa freight telah dibayar (terutama bila ada klaim pembebasan atau preferensi tarif). Lampirkan bukti pembayaran freight jika diperlukan.

5.3 Pengaruh pada SPPB / SPPB elektronik

Status prepaid vs collect di BL/AWB bisa memengaruhi line item biaya yang harus diselesaikan sebelum SPPB diterbitkan. Kesesuaian antara invoice, BL, dan pembayaran harus terjamin.

Bab 6 — Freight Prepaid & Asuransi kargo

Pembayaran freight tidak selalu sama dengan pembelian asuransi. Namun ada hubungan penting:

  • Jika incoterm adalah CIF, eksportir wajib mengatur dan membayar insurance. Jadi pengisian Freight: Prepaid umumnya diikuti oleh Insurance: Prepaid pada invoice.

  • Jika freight prepaid tetapi insurance collect, maka siapa yang menanggung risiko selama perjalanan perlu diklarifikasi karena pembayaran freight tidak berarti taken care of insurance.

  • Saat mengajukan klaim asuransi, polis dan bukti pembayaran freight dapat diminta sebagai bagian dari dokumen pendukung — terutama bila klaim mencakup biaya tambahan terkait handling atau redirect.

Praktik terbaik: jika freight prepaid dan seller juga yang mengatur asuransi, cantumkan detail polis (nomor, underwriter) pada commercial invoice atau dokumen shipping set.

Bab 7 — Dampak akuntansi & pelaporan keuangan

Freight prepaid memunculkan posisi akuntansi yang perlu dicermati:

  1. Pembukuan biaya

    • Jika eksportir membayar freight: catat sebagai beban freight (expense) saat terjadinya pembayaran atau alokasikan ke HPP (harga pokok penjualan) tergantung kebijakan akuntansi perusahaan dan incoterm.

    • Jika pembeli yang menanggung freight (collect): pembeli mencatat beban freight saat terhutang.

  2. Piutang & Pembayaran silang

    • Jika eksportir membayar freight namun kemudian memungut dari buyer (mis. reimbursement), perlu dibuatkan invoice intern atau debit note sehingga arus kas tercatat.

  3. Tax treatment

    • Pembayaran freight bisa mempengaruhi penghitungan PPN input/output dan basis perhitungan bea masuk. Konsultasikan dengan tim pajak agar pengakuan biaya dan PPN sesuai peraturan lokal.

  4. Cashflow forecasting

    • Freight prepaid memengaruhi kebutuhan modal kerja eksportir. Rencanakan cashflow agar pembayaran freight tidak memicu tekanan likuiditas.

Bab 8 — Contoh studi kasus & ilustrasi korsleting dokumen

Kasus A — Freight tercatat prepaid tapi shipping line menagih collect

Skenario: Eksportir membayar freight kepada agent di pelabuhan asal dan meminta carrier menandai Freight: PREPAID. Namun karena kesalahan sistem carrier, BL tercetak Freight: COLLECT. Saat barang tiba, terminal menagih consignee. Akibat: barang tertahan sampai klarifikasi dan bukti pembayaran dibawa; biaya demurrage diuangkan.

Solusi praktis: selalu minta copy B/L draft dan pastikan kolom freight status benar sebelum final issuance. Simpan bukti pembayaran freight dan email konfirmasi ke carrier; jika terjadi discrepancy, lakukan koreksi secepatnya dan tuntut carrier untuk menerbitkan corrected B/L.

Kasus B — Eksportir prepaid freight dan ingin recovery dari buyer

Skenario: Perjanjian menyatakan seller mengatur prepaid freight tapi buyer akan membayar freight via term reimbursement. Seller mengirimkan debit note kepada buyer setelah pembayaran freight dilunasi. Buyer menunda pembayaran → seller menghadapi beban modal.

Solusi praktis: dalam kontrak cantumkan batas waktu reimburse dan bunga jika terlambat, atau minta downpayment. Alternatifnya, gunakan open account recovery schedule atau minta SBLC.

Bab 9 — Kesalahan umum terkait Freight Prepaid & cara menghindarinya

  1. Tidak mengonfirmasi status B/L sebelum cetak

    • Hindari: review draft B/L sebelum final issuance.

  2. Tidak menyimpan bukti pembayaran freight

    • Hindari: simpan remittance advice dan payment receipt; unggah ke sistem dokumen shipping set.

  3. Inkonsistensi antara invoice dan B/L (prepaid vs collect)

    • Hindari: samakan istilah pada semua dokumen (invoice, B/L, AWB, DO).

  4. Salah paham antara prepaid freight dan prepaid insurance

    • Hindari: pisahkan secara jelas pada invoice.

  5. Menganggap prepaid berarti seller bebas semua risiko

    • Hindari: konfirmasikan incoterm dan polis asuransi. Pembayaran freight bukan pengganti transfer risiko.

  6. Tidak mengomunikasikan recovery mechanism

    • Hindari: jika seller ingin recover freight, dokumentasikan mekanisme reimbursement (debit note, jatuh tempo, bunga).

Bab 10 — Template frasa & klausul praktis untuk kontrak dan invoice

Berikut beberapa frasa siap pakai yang bisa dimasukkan ke commercial invoice, B/L, dan kontrak:

Pada commercial invoice

Freight (Ocean): USD 1,200 — PREPAID by Seller (Bank Transfer ref: TRX123456 on 01-Feb-2026) Insurance: USD 50 — PREPAID by Seller (Policy No: INS-2026-98765)

Pada Bill of Lading

Kolom freight: FREIGHT: PREPAID
Kolom payers: Freight payable by: SHIPPER / PREPAID

Klausul kontrak

Freight Payment & Reimbursement: Seller shall arrange and pay for the ocean freight (Freight Prepaid). Seller will issue a debit note for the freight amount within 5 business days after shipment. Buyer shall reimburse Seller within thirty (30) calendar days from the date of debit note. Late reimbursement shall incur interest at 1.5% per month on overdue amount.

Klausul alternatif

Freight & Insurance: Seller shall arrange and pay for freight and insurance to destination (INCOTERM: CIF Port Name). All freight and insurance costs are included in the price and non-recoverable.

Gunakan redaksi jelas agar tidak muncul interpretasi berbeda.

Bab 11 — Checklist praktis sebelum menandai freight sebagai PREPAID

  • Pastikan payment sudah dilakukan dan bukti pembayaran tersedia (remittance/advice).

  • Konfirmasi carrier/agent untuk mencetak draft B/L dengan keterangan FREIGHT: PREPAID.

  • Periksa konsistensi antara commercial invoice dan B/L.

  • Jika ingin recover freight dari buyer — siapkan debit note & klausul kontraktual.

  • Pastikan incoterm sesuai dengan siapa menanggung risiko dan biaya.

  • Update tim finance tentang dampak cashflow & posting akuntansi.

  • Jika seller menanggung asuransi, sertakan detail polis di shipping set.

Checklist ini sederhana namun efektif mengurangi kasus tertahan atau klaim.

Bab 12 — FAQ singkat

Q: Apakah freight prepaid otomatis berarti barang bebas biaya saat tiba?
A: Tidak selalu. Freight prepaid mencakup ongkos angkut, tetapi biaya terminal, handling, bea lokal, atau dokumen lain di tujuan dapat tetap menjadi tanggung jawab consignee tergantung incoterm.

Q: Bagaimana jika B/L salah menuliskan collect padahal sudah dibayar?
A: Mintalah corrected B/L dari carrier dengan lampiran bukti pembayaran. Lakukan klaim administrasi ke carrier jika terjadi biaya demurrage akibat kesalahan carrier.

Q: Apakah freight prepaid mempengaruhi perhitungan PPN impor?
A: Bisa. Jika dasar pengenaan PPN menyertakan freight (tergantung peraturan setempat dan incoterm), maka nilai yang dilaporkan ke bea cukai harus memasukkan komponen freight yang relevan.

Q: Bolehkah seller menagih kembali freight kepada buyer setelah mengatur prepaid?
A: Ya, jika ada klausul jelas dalam kontrak/PO. Biasanya dilakukan melalui debit note dengan syarat dan batas waktu yang disepakati.

Penutup — ringkasan & langkah tindakan cepat

Ringkasan: Freight Prepaid berarti ongkos angkut telah dibayar pada asal. Meski tampak sederhana, konsekuensi administratif, kepabeanan, asuransi, dan akuntansi membuat istilah ini harus diterapkan dengan teliti: konsistensi antar dokumen, bukti pembayaran, dan klausa kontrak yang jelas akan menghindarkan penahanan barang, biaya tak perlu, atau sengketa komersial.

Siap mengurus dokumen kargo Anda? serahkan melalui Damar Hasta Raya untuk solusi dokumen logistik yang andal dan aman!
👉 Hubungi 📱 +62 812-8058-8150 (WhatsApp/Telepon) untuk informasi lebih lanjut dan solusi pengiriman terbaik!