TOP (Terms of Payment) dalam Pengurusan Dokumen Kargo Ekspor–Impor

Pelajari semua hal tentang Terms of Payment (TOP) dalam perdagangan internasional: jenis metode pembayaran, pengaruhnya pada dokumen kargo, risiko finansial dan operasional, cara mitigasi, contoh klausul kontrak, checklist verifikasi, serta tips negosiasi agar transaksi ekspor-impor aman dan lancar.

Digital Marketing

2/18/20268 min read

people sitting on chair in front of table while holding pens during daytime
people sitting on chair in front of table while holding pens during daytime

Pendahuluan — mengapa TOP sangat krusial dalam perdagangan internasional

Dalam perdagangan ekspor–impor, harga dan barang hanyalah bagian dari cerita. Terms of Payment (TOP) — yaitu persyaratan bagaimana dan kapan pembayaran dilakukan — menentukan arus kas, tingkat risiko, kebutuhan dokumentasi, dan bahkan strategi operasional seperti pengaturan asuransi atau pemesanan kapal. Salah memilih TOP bisa membuat eksportir menanggung piutang lama, atau membuat importir menanggung biaya modal berlebih. Di sisi lain, TOP yang dirancang cermat bisa jadi alat strategis untuk memenangkan order tanpa mengorbankan keamanan finansial.

Panduan ini membahas TOP secara mendetail dan praktis: definisi, jenis-jenis yang umum dipakai, implikasi terhadap dokumen kargo (invoice, B/L/AWB, insurance, L/C, dsb.), risiko dan mitigasinya, contoh klausul kontrak siap pakai, checklist verifikasi, serta tips negosiasi dan monitoring dalam Pengurusan Dokumen Kargo.

Bab 1 — Apa itu Terms of Payment (TOP)?

Terms of Payment (TOP) adalah ketentuan kontraktual yang menetapkan cara, waktu, dan syarat pembayaran dalam transaksi jual-beli internasional. TOP menjawab pertanyaan seperti: Apakah pembeli membayar di muka? Apakah bank yang memfasilitasi pembayaran? Kapan dokumen dikirim relatif terhadap pembayaran? Jawaban atas hal-hal ini langsung mempengaruhi urutan pengiriman dokumen, pengeluaran barang, dan risiko kredit/commercial.

Komponen TOP biasanya mencakup:

  • Metode pembayaran (TT, L/C, D/P, D/A, Open Account, Consignment, dll.).

  • Jangka waktu pembayaran (Net 30, Net 60, COD, installment).

  • Kondisi dokumen yang harus dipenuhi sebelum pembayaran (dokumen asli, endorsed B/L, CO, sertifikat, dll.).

  • Sanksi keterlambatan (bunga, suspension of delivery).

  • Jaminan atau security (SBLC, bank guarantee, insurance).

Bab 2 — Jenis-jenis TOP yang paling umum (penjelasan & implikasi dokumen)

Berikut ringkasan metode pembayaran yang sering dipakai, uraiannya, plus implikasi dokumenter dan risiko utama.

1. Cash in Advance / Prepayment (CI A)

Deskripsi: Pembeli membayar sebagian atau seluruh nilai invoice sebelum barang dikapalkan.
Implikasi dokumen: Dokumen dikirim setelah pembayaran; biasanya seller menerbitkan receipt dan kemudian BL/AWB setelah barang dikapalkan.
Risiko & keuntungan: Seller aman secara finansial; buyer menanggung risiko pengiriman. Cocok untuk buyer baru, order sample, atau komoditas berisiko tinggi.

2. Letter of Credit (L/C)

Deskripsi: Bank pembeli menjamin pembayaran kepada seller selama seller menyerahkan dokumen yang memenuhi syarat L/C. (L/C bisa revocable/irrevocable; biasanya irrevocable and confirmed untuk keamanan).
Implikasi dokumen: Dokumenter bank-driven — dokumen seperti commercial invoice, B/L, packing list, CO, insurance certificate biasanya harus sesuai persyaratan L/C.
Risiko & keuntungan: Mengurangi risiko kredit seller; buyer mendapat kepastian dokumen. Namun ada biaya bank dan risiko discrepancy (dokumen tidak sesuai → penolakan pembayaran).

3. Documentary Collection (D/P — Documents against Payment; D/A — Documents against Acceptance)

Deskripsi: Bank memfasilitasi pengiriman dokumen; pada D/P buyer harus bayar untuk mendapat dokumen; pada D/A buyer menandatangani acceptance (wewenang bayar nanti).
Implikasi dokumen: Dokumen dikirim melalui bank, tapi bank tidak menjamin pembayaran (bank hanya bertindak perantara).
Risiko & keuntungan: Lebih murah daripada L/C tapi lebih berisiko daripada L/C; seller tetap menanggung risiko non-payment pada D/A.

4. Open Account

Deskripsi: Seller mengirim barang dan dokumen, buyer membayar pada jangka waktu tertentu (Net 30/60/90).
Implikasi dokumen: Dokumen biasanya dikirim langsung kepada buyer; tidak ada jaminan bank.
Risiko & keuntungan: Menguntungkan buyer (cashflow fleksibel) tetapi berisiko besar bagi seller — biasanya dipakai dengan buyer terpercaya dan/atau proteksi seperti credit insurance.

5. Consignment

Deskripsi: Seller tetap memiliki title hingga barang terjual ke end customer; payment bergantung pada penjualan.
Implikasi dokumen: Dokumen pengapalan disertai instruksi khusus; reporting sales periodik.
Risiko & keuntungan: Tinggi risiko bagi seller; sering digunakan untuk memasuki pasar baru.

6. Bank Guarantee / Standby L/C (SBLC)

Deskripsi: Top-up instrument sebagai jaminan pembayaran; SBLC dipakai sebagai backup jika buyer gagal bayar.
Implikasi dokumen: SBLC terpisah dari dokumen pengapalan; bisa menjadi syarat sebelum seller melakukan pengapalan.
Risiko & keuntungan: Memberi proteksi pada seller jika buyer kredibilitas rendah.

7. Factoring / Forfaiting & Supply Chain Finance

Deskripsi: Mekanisme pembiayaan piutang untuk mempercepat kas bagi seller.
Implikasi dokumen: Invoice harus memenuhi syarat factoring; buyer atau bank tersangkut kontrak pembiayaan.
Risiko & keuntungan: Menurunkan risiko kredit seller, tapi ada biaya layanan.

Bab 3 — Bagaimana TOP mempengaruhi dokumen kargo (urutan & isi dokumen)

TOP dan dokumen kargo saling berkaitan erat. Di bawah ini implikasi praktis pada dokumen-dokumen utama:

Commercial Invoice

  • Harus mencantumkan syarat pembayaran secara jelas (mis. “Payment: Irrevocable L/C at sight” atau “Payment: Open Account NET 30”).

  • Bila ada pemulihan freight atau biaya lain, cantumkan mekanisme reimbursement.

Bill of Lading (B/L) / AWB

  • Pada L/C atau D/P, bank sering meminta original negotiable B/L sebagai syarat pembayaran atau pembebasan dokumen.

  • Pada open account, seller biasanya menyerahkan original B/L langsung ke buyer/forwarder sesuai kesepakatan.

Insurance Certificate

  • TOP memengaruhi siapa yang mengatur asuransi: pada CIF/CIP seller yang wajib mengatur asuransi; pada FOB/EXW buyer sering mengatur sendiri. Asuransi harus sesuai ketentuan TOP.

Certificate of Origin, Phytosanitary, CoA

  • Dokumen teknis harus tersedia bila L/C mensyaratkannya; bank akan mengecek kelengkapannya sebelum membayar.

Bank Documents (L/C)

  • L/C memaksa ketelitian; setiap discrepancy pada dokumen dapat menahan pembayaran hingga diperbaiki.

Dokumen Elektronik / e-B/L

  • Sistem elektronik bisa mempercepat tapi harus disesuaikan dengan TOP — beberapa bank mensyaratkan dokumen asli fisik.

Urutan dokumen sering ditentukan oleh TOP: misalnya, L/C at sight → seller menyerahkan dokumen ke bank → bank membayar; Open account → dokumen dikirim ke buyer → pembayaran menyusul sesuai tenor.

Bab 4 — Risiko terkait TOP & strategi mitigasi

Setiap TOP membawa risiko berbeda. Berikut matriks singkat dan cara mitigasi:

Risiko kredit / non-payment (utama pada Open Account, D/A)

Mitigasi:

  • Credit check buyer & set credit limit.

  • Minta credit insurance atau bank guarantee.

  • Terapkan syarat pembayaran bertahap (30% advance, 70% on delivery).

Risiko dokumen (discrepancy) — khususnya L/C

Mitigasi:

  • Gunakan checklist dokumen L/C.

  • Cross-check detail invoice/B/L/packing list sebelum submission ke bank.

  • Lakukan training spesifik bagi tim dokumentasi.

Risiko operasional & delay

Mitigasi:

  • Sinkronisasi jadwal pengapalan dan instruksi bank.

  • Pilih metoda pengiriman dokumen yang sesuai (courier, SWIFT, e-doc).

Risiko hukum & regulasi (sanction, embargos)

Mitigasi:

  • Screening buyer & destinasi terhadap sanksi internasional.

  • Sertakan klausul force majeure dan compliance.

Risiko asing exchange rate & conversion

Mitigasi:

  • Tetapkan mata uang kontrak yang mengurangi exposure, atau gunakan hedging/forward contracts.

Risiko reputasi dan pasar

Mitigasi:

  • Jaga komunikasi transparan, gunakan escrow untuk transaksi sensitif.

Bab 5 — Praktik terbaik (best practices) untuk menyusun TOP yang aman dan fair

Berikut aturan praktis yang dapat dijadikan standar operasional:

  1. Tentukan TOP sejak proses negosiasi awal — jangan biarkan pembayaran menjadi detail yang dibahas di akhir.

  2. Selalu tuliskan TOP secara jelas di PO dan Sales Contract (metode, tenor, mata uang, penalty).

  3. Gunakan kombinasi proteksi: mis. kecilnya downpayment + L/C untuk sisa nilai.

  4. Sertakan dokumentasi lengkap: contoh dokumen yang diminta, format, jumlah original copy.

  5. Tambahkan klausul dispute & adjudication: nama arbiter, hukum yang berlaku (governing law), tempat pengadilan/arbiter.

  6. Standarisasi checklist dokumen untuk setiap jenis TOP.

  7. Audit & monitoring: AR aging report, limit review, dan KPI supplier/buyer.

  8. Gunakan jaminan finansial bila perlu (SBLC, bank guarantee, insurance).

Bab 6 — Contoh klausul TOP siap pakai (bahasa kontrak)

Berikut beberapa contoh redaksi klausul TOP yang bisa Anda masukkan ke kontrak jual-beli:

A. Klausul L/C at Sight (Irrevocable)

Payment Terms: Buyer shall open an Irrevocable Documentary Letter of Credit (L/C) in favor of Seller for 100% of the Invoice value, payable at sight, to be issued by a first-class bank acceptable to Seller and confirmed by Seller’s advising bank. L/C shall be issued within fourteen (14) calendar days from the date of this Contract. All bank charges outside the seller’s country shall be borne by the Buyer.

B. Klausul Open Account with Credit Insurance

Payment Terms: Goods shall be shipped under Open Account terms, payment due within thirty (30) calendar days from date of invoice (Net 30). Prior to shipment, Buyer shall procure credit insurance covering the full invoice value with a reputable insurer acceptable to Seller. A copy of the insurance policy must be delivered to Seller prior to shipment.

C. Klausul Partial Advance + Balance TT

Payment Terms: Buyer shall pay thirty percent (30%) of the contract value as advance payment by telegraphic transfer (TT) upon order confirmation. The remaining seventy percent (70%) shall be paid by TT within seven (7) days after presentation of full set of original shipping documents.

D. Klausul D/P (Documents against Payment)

Payment Terms: Documents shall be sent on D/P basis through Buyer’s nominated bank. Buyer must effect payment upon presentation of documents. Any bank charges related to collection shall be borne by Buyer.

Tambahkan definisi detail seperti currency, tolerance, dan siapa menanggung bank fees.

Bab 7 — Checklist verifikasi dokumen berdasarkan TOP (operasional)

Gunakan checklist ini agar tim dokumen tidak melewatkan hal penting:

  • Metode pembayaran sesuai dengan kontrak? (L/C, TT, D/P, Open Account)

  • Mata uang dan jumlah invoice tepat?

  • Nomor PO, nomor kontrak, dan reference tercantum?

  • Apakah bank beneficiary details sesuai?

  • Jumlah original document (B/L) sesuai instruksi? (e.g., 3 originals)

  • Apakah insurance certificate sesuai ketentuan (coverage, policy no)?

  • Apakah L/C terms sudah diperiksa untuk discrepancy risk?

  • Apakah ada jaminan (SBLC/Bank Guarantee) yang harus diterbitkan?

  • Apakah harus ada pre-advice ke bank / pemberitahuan ke buyer/forwarder?

  • Konfirmasikan contact person untuk follow up (bank, buyer, forwarder).

Checklist ini cocok dipakai sebagai step in SOP.

Bab 8 — Contoh alur dokumen & pembayaran pada beberapa TOP

A. L/C at Sight

  1. Buyer dan seller setuju kontrak → Buyer instructs bank to issue L/C.

  2. Bank buyer issues L/C to advising bank → Seller prepares shipment.

  3. Seller submits documents to advising bank → Bank checks compliance.

  4. Jika compliant → bank pays seller (at sight).

  5. Buyer’s bank reimburses (atau memotong rekening buyer).

B. D/P (Documents against Payment)

  1. Seller ships goods → sends documents to collecting bank.

  2. Bank presents documents to buyer’s bank → buyer pays to obtain documents.

  3. Upon payment → documents released → buyer clears goods.

C. Open Account (Net 30)

  1. Seller ships and sends invoice & documents to buyer.

  2. Buyer receives goods and pays invoice within agreed tenor (30 days).

  3. Seller monitors AR and follows up aging.

Bab 9 — KPI dan monitoring untuk TOP (finance & ops)

Beberapa metrik yang berguna untuk memantau performance terkait TOP:

  • Days Sales Outstanding (DSO) — rata-rata hari piutang.

  • On-time Payment Rate — persentase invoice dibayar tepat waktu.

  • Discrepancy Rate (L/C) — frekuensi dokumen L/C mengalami discrepancy.

  • Bad Debt Rate — persentase piutang tak tertagih.

  • Collection Efficiency — rasio pembayaran yang berhasil per periode follow-up.

  • Cost of Financing — biaya yang dikeluarkan untuk pembiayaan piutang (factoring, interest).

Set target (mis. DSO ≤ 30 untuk pelanggan dengan Net 30) dan review bulanan.

Bab 10 — Tips negosiasi TOP dengan calon buyer / supplier

  1. Kenali profil counterparty: lakukan credit check, cek history pembayaran.

  2. Tawarkan opsi yang terukur: jika buyer minta Net 60, coba kompromi dengan partial advance + Net 30 untuk sisa.

  3. Gunakan insentif: diskon kecil untuk pembayaran lebih cepat (e.g., 2% if paid within 10 days).

  4. Mintalah jaminan: SBLC atau credit insurance untuk tenor panjang.

  5. Tekankan kejelasan dokumen: setujui checklist dokumen sebelum L/C issuance.

  6. Masukkan fallback clause: tindakan jika buyer gagal bayar (suspension, interest).

  7. Pilot transactions: jalankan 1–2 shipment trial sebelum commit jangka panjang.

Negosiasi TOP adalah keseimbangan antara daya saing komersial dan pengelolaan risiko.

Bab 11 — Studi kasus ringkas

Kasus A — Eksportir kecil & buyer baru minta Net 60
Eksportir setuju karena ingin memenangkan order besar. Setelah shipment, buyer terlambat bayar dan akhirnya default sebagian. Eksportir menanggung tekanan kas dan harus menunda produksi.
Pelajaran: untuk buyer baru, minta kombinasi prepayment & factoring atau minta insurance untuk melindungi piutang.

Kasus B — Perusahaan besar menawarkan reverse factoring
Eksportir menggunakan program supply chain finance buyer: bank buyer membayar lebih awal dengan fee kecil, buyer tetap bayar sesuai tenor.
Pelajaran: program SCM finance bagus untuk eksportir yang ingin mengelola DSO tanpa menaikkan harga.

Bab 12 — FAQ singkat

Q: Apakah L/C selalu aman bagi seller?
A: L/C memberikan proteksi lebih dari open account karena bank menjamin pembayaran jika dokumen sesuai. Namun L/C tidak menghilangkan risiko discrepancy—dokumen harus tepat.

Q: Top mana yang paling murah?
A: Dari sisi biaya bank, Open Account paling murah (tidak ada biaya bank), tetapi membawa resiko finansial bagi seller. L/C dan factoring ada biaya tapi menambah keamanan atau likuiditas.

Q: Bolehkah mengubah TOP setelah PO?
A: Perubahan TOP harus disetujui kedua belah pihak dan dituangkan dalam addendum kontrak.

Penutup — ringkasan dan langkah praktis yang bisa Anda lakukan sekarang

Ringkasan singkat: Terms of Payment (TOP) memengaruhi hampir semua aspek transaksi ekspor-impor: arus kas, risiko kredit, urutan dokumen, dan operasi pengapalan. Memahami opsi, memilih kombinasi proteksi yang sesuai, serta menuliskan klausul jelas dalam kontrak akan mengurangi kejutan finansial dan operasional.

Siap mengurus dokumen kargo Anda? serahkan melalui Damar Hasta Raya untuk solusi dokumen logistik yang andal dan aman!
👉 Hubungi 📱 +62 812-8058-8150 (WhatsApp/Telepon) untuk informasi lebih lanjut dan solusi pengiriman terbaik!